Minggu, 09 April 2017

Mengendalikan Perilaku Makan dengan Mindfulness


Oleh Duddy Fachrudin

Pernahkah Anda pada suatu waktu atau beberapa waktu memakan makanan dalam jumlah yang banyak sehingga menyebabkan surplus kalori? Dan pada saat itu sebenarnya Anda tahu bahwa perut Anda sudah kenyang, namun Anda terus makan dengan lahap dan cepat. Bahkan perilaku itu kemudian cenderung berulang sehingga Anda sendiri tidak dapat mengontrolnya sehingga muncul perasaan-perasaan tidak nyaman, seperti rasa bersalah pada diri sendiri.




Mungkin Anda belum pernah mengalaminya, tapi kenyataannya saat ini adalah banyak orang di dunia ini yang mengalami perilaku dengan ciri-ciri yang telah disebutkan. Itulah binge eating.

Banyak faktor yang mempengaruhi binge eating, baik biologis, psikologis, dan sosial. Ketiganya dapat menjadi faktor integral dari seseorang berperilaku binge eating. Contohnya, seseorang yang stres karena pekerjaannya lalu mengalihkan stres tersebut dengan makan. Solusi itu dapat menjadi masalah kemudian jika terus berulang dan menjadi kebiasaan berperilaku binge eating. Bisa dikatakan binge eating merupakan salah satu gerbang awal menuju obsesitas.

Kabar baiknya, ada sebuah cara untuk mengatasi ataupun mencegah perilaku binge eating. Cara itu bernama mindful eating.

Kristeller dan Hallet (1999) melakukan penelitian kepada 18 orang perempuan obesitas yang memiliki perilaku binge eating. Mereka diberikan intervensi berbasis mindfulness selama 6 minggu. Hasilnya perilaku binge eating menurun signifikan bersama rasa cemas dan depresinya. Penelitian serupa juga dilakukan Smith, dkk. (2006) pada 25 orang perempuan yang mana hasilnya bahwa penggunaan mindfulness dapat mengurangi binge eating.

Mindfulness pada dasarnya suatu keterampilan memberikan perhatian penuh pada momen saat ini dan tanpa menilai. Mindfulness meliputi kesadaran atas segala hal yang muncul dalam diri pribadi, baik pikiran, perasaan, maupun dorongan-dorongan untuk bertindak pada suatu hal. Orang-orang yang berlatih mindfulness akan lebih memiliki kesadaran terhadap stimulus makanan sehingga terjadi sebuah regulasi dan koordinasi antara pikiran serta perasaan terhadap stimulus tersebut. Dan pada akhirnya mereka dapat memunculkan tindakan yang tepat dan bijaksana.

Selain itu, ketika makan, mereka melakukannya dengan cara perlahan-lahan, tidak terburu-buru, fokus hanya pada makan dan tidak dibarengi aktivitas lain. Dengan makan secara mindful, makanan akan dikunyah secara halus dan dicerna secara baik. Dan tentu akan lebih cepat merasa kenyang dibandingkan dengan makan secara terburu-buru.

Referensi:
Kristeller, J. L., & Hallett C. B. (1999). An exploratory study of a meditation-based intervention [mindful eating] for binge eating disorder. Journal of Health Psychology, 4, 357-63.

Smith, B. W., Shelley B. M., Leahigh, L., & Vanleit, B. (2006). A preliminary Study of the Effects of a Modified Mindfulness Intervention on Binge Eating. Journal of Evidence-Based Complimentary & Alternative Medicine, 11(3), 133-143.

Sumber gambar:
http://attitudereconstruction.com/2013/08/binge-eating/
Share:

0 komentar:

Posting Komentar