Rabu, 24 Januari 2018

3 Alasan Sebaiknya Anda Tidak Perlu Belajar Mindfulness

Multitasking (Ilustrasi)

Oleh Duddy Fachrudin

Bagi sebagian orang, mindfulness adalah suatu istilah yang asing dan mungkin tidak pernah didengar sebelumnya. Oleh karenanya kadang ketika mengajar atau memberikan intervensi berbasis mindfulness di berbagai tempat, saya menggantinya dengan kata lain, seperti "fokus", "sadar", hingga "eling". Lalu mereka (para peserta training/ seminar atau klien) bertanya lagi:

Dan apa manfaatnya bagi saya? Apakah dengan belajar mindfulness hidup saya akan menjadi lebih baik?

Mindfulness bukanlah suatu ramuan jitu yang jika diminum langsung menghasilkan suatu keajaiban. Dan sejujurnya mindfulness tidak memiliki manfaat, jika kita hanya mempraktikkannya selama 1 atau 2 hari saja. Itulah yang saya rasakan ketika saya mulai mempelajarinya sejak tahun 2013. Namun karena penasaran dengan hasilnya (seperti yang dituliskan di jurnal-jurnal ilmiah), saya meneruskan berlatih mindfulness seperti dengan:

Belajar untuk tidak multitasking, mindful walking, mindful driving, menyiapkan tidur, melakukan suatu pekerjaan hanya 45-50 menit lalu beristirahat, mengurangi aplikasi sosial media, dan meluangkan waktu hanya untuk sekedar DuDi (Duduk Diam) untuk mengamati diri sendiri baik itu pikiran dan perasaan. Itulah sederet menu latihan yang biasa saya lakukan. Maka, mindfulness bukan hanya sekedar meditasi, tapi sebuah gaya hidup yang didalamnya terdapat makna serta rasa yang indah.

Maka wajar jika kita tidak merasakan manfaat apapun dari berlatih mindfulness jika kita hanya berlatih dalam rentang waktu yang sebentar. Dan bagi Anda yang hanya menginginkan hasil instan, sebaiknya tidak belajar dan berlatih mindfulness. Mengapa?

Pertama, berlatih mindfulness mungkin membuat Anda bosan. Anda akan bertanya-tanya, "Saya sedang melakukan apa sih sebenarnya di sini, duduk diam tidak melakukan apa-apa. Bukankah hanya akan membuang-buang waktu?" Rasa bosan atau bahkan kesal semakin meningkat seiring dengan meningkatnya frekuensi berkomentar Anda. Oleh karenanya, selama berlatih mindfulness kita belajar untuk tidak menilai atau melakukan judgement.

Kedua, berlatih mindfulness akan membuat Anda berbeda dengan orang lain pada umumnya. Orang lain bergerak dengan cepat, seperti makan sambil mengerjakan tugas, atau berjalan kaki sambil melihat notifikasi di smartphone mereka. Sementara ketika berlatih mindfulness, maka kita hanya mengerjakan satu aktivitas saja. Berjalan kaki ya hanya berjalan kaki. Makan pun ya hanya makan. Oleh karenanya, berlatih mindfulness seperti menyatukan jiwa dengan tubuh kita, hadir sepenuhnya pada saat kita melakukan suatu aktivitas.

Ketiga, berlatih mindfulness membuat Anda tidak berambisi dengan kehidupan dunia. Anda akan merasa cukup dengan kehidupan yang Anda lalui. Dan ini kebalikan dengan orang-orang yang selalu ingin mencapai apa yang diinginkannya. Oleh karenanya, berlatih mindfulness berarti mengembangkan kesabaran, kebersyukuran, dan keikhlasan.

Sumber gambar:
https://mindfulness-exchange.com/home-what-is-mindfulness/

Share:

0 komentar:

Posting Komentar