Sabtu, 13 Mei 2017

Sejarah Singkat Penggunaan Mindfulness Sebagai Bentuk Intervensi Psikologi



Oleh Duddy Fachrudin

Penggunaan mindfulness sebagai sebuah pendekatan intervensi psikologi berkembang pesat selama dua dekade ini. Hal ini tercermin dari jumlah publikasi ilmiah yang terdata oleh American Mindfulness Research, yang mencapai lebih dari 4000 publikasi. Tren jumlah tersebut semakin meningkat sejak tahun 1980 hingga 2016. Penelitian tentang intervensi mindfulness di Indonesia sendiri mulai berkembang 10 tahun belakangan ini di berbagai Fakultas Psikologi dan Kedokteran.




Adalah John Kabat-Zinn, seorang dokter dan akademisi dari Universitas Massachusetts yang mulai memelopori mindfulness ke ranah ilmiah. Program Mindfulness-Based Stress Reduction (MBSR) yang dikembangkan pada awal tahun 1980 kini melandasi program-program mindfulness berbasis intervensi lainnya. Sampai saat ini, terdapat sepuluh program mindfulness berbasis intervensi lainnya, khususnya di bidang klinis yang scientific evidence. Berikut Program-program mindfulness berbasis intervensi secara lengkap:

No.
Program Mindfulness
Tujuan
Pelopor
Tahun Publikasi
1.
Mindfulness-Based Stress Reduction (MBSR)
Mengurangi stres dan rasa sakit kronis
John Kabat-Zinn
1982 (Jurnal)
1990 (Buku)
2.
Dialectical Behavior Therapy (DBT)
Mengatasi gejala-gejala klinis pada penderita gangguan kepribadian ambang (borderline)
Marsha M. Linehan
1993 (Buku)
3.
Acceptance and Commitment Therapy (ACT)
Mengatasi permasalahan psikologi secara umum yang melibatkan pikiran dan emosi yang tidak nyaman
Steven C. Hayes
Kirk Strosahl
Kelly G. Wilson
1999 (Buku)
4.
Mindfulness-Based Cognitive Therapy (MBCT)
Mengatasi kecemasan dan depresi
Zindel V. Segal
J. Mark G. Williams
John D. Teasdale
2002 (Buku)
5.
Mindfulness-Based Elder Care (MBEC)
Mengembangkan inner strength dan meningkatkan kesejahteraan lansia, keluarga lansia juga caregiver lansia
Lucia McBee
2008 (Buku)
6.
Acceptance-Based Behavior Therapy (ABBT)
Mengatasi kecemasan
Lizabeth Roemer
Susan M. Orsillo
2009 (Buku)
7.
Mindfulness-Based Relapse Prevention (MBRP)
Mencegah kekambuhan pada pengguna Narkoba dan Zat Adiktif lainnya
Sarah Bowen
Neha Chawla
G. Alan Marlatt
2011 (Buku)
8.
Mindfulness-Based Cancer Recovery (MBCR)
Meningkatkan inner strength selama pemulihan dari kanker
Linda E. Carlson
2011 (Buku)
9.
Mindfulness-Based Childbirth and Parenting (MBCP)
Membantu proses kelahiran dan persiapan menjadi orangtua
Nancy Bardacke
2012 (Buku)
10.
Mindfulness-Based Eating Awareness Training (MB-EAT)
Mengendalikan perilaku makan berlebih dan mencegah kegemukan
Jean Kristeller
Ruth Q. Wolever
Virgil Sheets
2013 (Jurnal)
2015 (Buku)
11.
Mindfulness-Based Sex Therapy (MBST)
Mengatasi disfungsi seksual
Lori A. Brotto
Meredith L. Chivers
Roanne D. Millman
Arianne Albert
2016 (Jurnal)

Aplikasi mindfulness tidak hanya pada bidang klinis saja, melainkan bidang pendidikan dan industri. Pada bidang pendidikan, mindfulness diterapkan oleh para guru (mindful teaching) dan siswa ketika proses belajar mengajar. Pada bidang industri dan organisasi, mindfulness dikembangkan bersama coaching untuk pengembangan dan pemberdayaan karyawan di setiap level. Beberapa perusahaan dunia seperti Google dan Intel telah menyertakan para karyawannya untuk mengikuti program mindfulness. Bahkan Google sendiri memiliki kurikulum pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) berbasis mindfulness yang dinamakan Search Inside Yourself (SIY) yang dikembangkan sejak tahun 2007.

Yusuf Sutanto salah seorang praktisi Tai Chi di Indonesia menyarankan penerapan Tai Chi untuk kesejahteraan perawat. Tai Chi sendiri merupakan bentuk moving mindfulness yang bermanfaat bagi kesehatan fisik dan psikologis. Ide dari Yusuf Sutanto tersebut dimanifestasikan penulis dalam bentuk Program Mindfulness untuk Perawat (ProMuP) atau juga MindfulNers. Meskipun tidak menyertakan Tai Chi, dalam ProMuP juga menyertakan moving mindfulness lainnya yaitu, walking mindfulness yang melengkapi praktik meditasi mindfulness seperti napas, makan, deteksi tubuh, wanting release, SOBER (Stop, Observe, Breathe, Expand, Respond), dan cinta kasih. Program ini diterapkan dalam bentuk penelitian di salah satu rumah sakit pemerintah di Yogyakarta. Hasil penelitian menunjukkan kesejahteraan subjektif perawat antara kelompok eksperimen dan kontrol memiliki perbedaan yang signifikan sebelum dan sesudah program (Fachrudin & Ul Hasanat dalam Erawan, Sumargi, & Effendi, 2016).

Referensi:
Brotto, L. A., Chivers, M. L., Millman, R. D, & Albert, A. (2016). Mindfulness-based sex therapy improves genital-subjective arousal in women with sexual desire/arousal difficulties. Archieves of Sexual Behavior,  45, issue 8, pp. 1907-1921, doi: 10.1007/s10508-015-0689-8
Fachrudin, D., & Ul Hasanat, N. (2016). Program mindfulness untuk meningkatkan kesejahteraan subjektif perawat. Dalam E. Erawan, A. M. Sumargi, & N. Effendi (Eds.), Proceeding seminar nasional positive psychology 2016 (hh. 372-381). Fakultas Psikologi Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya.

Sumber gambar:
https://goamra.org/resources/   
Share:

0 komentar:

Posting Komentar