Jumat, 21 April 2017

Soal Cita-Cita dan Perencanaan Hidup


Oleh: Kadek Widya Gunawan




“Apa cita-citamu?”

Pertanyaan semacam itu sudah seringkali saya dengar. Ketika berada di TK, cita-cita saya adalah menjadi seorang pilot. Hal itu hanya bertahan sebentar, lalu menghilang entah kemana. Selama beberapa saat saya tidak memiliki cita-cita yang jelas. Bahkan saat duduk di bangku kelas 3 SMA, ketika diharuskan untuk mengisi form biodata di buku tahunan, saya menulis bahwa cita-cita saya adalah menjadi ahli bedah yang terkenal. Ketika menulis itu, saya sendiri masih belum tahu mau jadi apa nantinya. Namun, nyatanya ketika itu saya juga takut untuk masuk sekolah kedokteran karena akan berurusan dengan mayat. Akhirnya setelah melalui pertimbangan yang cukup matang saya memutuskan untuk kuliah di jurusan psikologi. Mungkin ini salah satu pertimbangan paling matang yang pernah saya ambil. Alhasil, saya menikmati masa-masa kuliah dan puji Tuhan sudah berhasil lulus di waktu yang tepat.

Menemukan cita-cita ataupun tujuan di masa depan bukanlah perkara yang mudah bagi saya. Karenanya, pada tulisan ini saya ingin berbagi tentang hal yang saya ketahui terkait perencanaan hidup. Sejujurnya tulisan-tulisan tentang perencanaan hidup baru menarik minat saya sekitar sebulan yang lalu, dan semuanya belum habis saya baca. Oleh karena itu pada tulisan kali ini saya akan berbagi sedikit tentang hal yang saya pahami dari artikel yang paling manarik minat saya, yaitu artikel Life Design Counseling.

Life Design Counseling (LDC) dilandasi oleh konsep bahwa manusia memiliki kapasitas untuk menata kehidupannya secara berkelanjutan, kapasitas ini pula lah yang menyebabkan manusia dapat mengurutkan pengalaman dan mengantisipasi masa depan. Proses menata kehidupan ini menurut Watson dan Greenberg (dalam Cardoso et al, 2016) muncul melalui konstruksi makna yang sangat penting bagi proses perkembangan dan adaptasi individu. Keseluruhan proses konstruksi atau penciptaan makna menggunakan simbolisasi naratif dari pengalaman.

Life Design Counseling (LDC) banyak dipakai dalam proses perencanaan karir. LDC biasanya dibagi ke dalam tiga sesi konseling, meliputi:

1) Interview semi terstruktur yang memiliki fokus pada beberapa topik personal tentang selera individu seperti, siapa tokoh inspiratif yang diidolakan individu; majalah, acara TV, ataupun website yang memanifestasikan ketertarikan individu; cerita favorit individu yang berasal dari buku ataupun film; motto hidup; dan ingatan awal yang dimiliki individu ketika lahir. Nantinya hasil dari sesi pertama ini akan dibuat ke dalam bentuk narasi untuk membantu proses di sesi selanjutnya.

2) Elaborasi permasalahan individu. Sesi kedua adalah proses penemuan korelasi antara narasi yang diperoleh dari individu pada sesi pertama dengan permasalahan yang dihadapi individu di kehidupan sekarang. Proses penemuan korelasi ini meliputi identifikasi kebutuhan dan mempromosikan pencapaian individu dengan membuat rumusan tujuan (goal setting). Hasil dari sesi ini adalah berupa narasi yang saling terintegrasi antara masa lalu, masa sekarang, dan masa depan yang ingin dicapai individu. Pada sesi ini individu juga menghasilkan hal-hal yang harus diperbuatnya untuk mencapai tujuan yang telah dirumuskan beserta kendala yang mungkin dihadapi dalam pencapaian tujuan tersebut.

3) Evaluasi dan capaian. Sesi ketiga memiliki fokus evaluasi dari narasi individu terkait kehidupannya (masa lalu, masa sekarang, dan masa depan) dengan rencana karir. Menurut Savickas (2015) beberapa individu tidak memerlukan adanya pertemuan dengan konselor di sesi ini. Sesi bisa dilakukan melalui telepon yang bertujuan untuk mengetahui seberapa jauh tujuan yang telah dirumuskan berhasil dicapai oleh individu, dan apakah perlu ada pertemuan dengan konselor lagi di kemudian hari.

Begitulah sedikit hal yang saya ketahui tentang Life Design Counseling. Saya harapkan sedikit-banyak bisa membantu atau setidaknya menambah pengetahuan rekan-rekan. Terima kasih.

Referensi:
Cardoso, P., Duarte, M. E., Gaspar, R., Bernardo, F., Janeiro, I. N., & Santos, G. (2016). Life design counseling: a study on client’s operations for meaning construction. Journal of Vocational Behavior, 97, 13–21.

Savickas, M. L. (2015). Life-Design Counseling Manual. www.vocopher.com In S. G., & D. L. (Eds.), Psychotherapy process research: Paradigmatic and narrative approaches. Newbury Park, CA: Sage.

Sumber Gambar:
http://onedslr.com/Boy-Cap-Glasses-Pictures-Planes-Dream-Child-Pilot/
Share:

0 komentar:

Posting Komentar