Senin, 17 April 2017

Berhentilah Mencari!


Oleh: Kadek Widya Gunawan

Pencarian makna dalam kehidupan merupakan hal yang diperlukan untuk mampu melewati rintangan dalam hidup yang kita jalani. Namun, terkadang kemampuan kita untuk mencari makna dalam kehidupan dapat berakibat buruk bagi diri. Pencarian makna dalam kehidupan sama halnya dengan pedang bermata dua. Penelitian dari Whitson dan Galinsky (2008) menunjukkan bahwa pencarian makna kehidupan merupakan salah satu faktor menyebab dari adanya kecenderungan untuk menerima atau mempercayai pemikiran konspirasional. Selain itu Graeupner dan Coman (2016) dalam penelitiannya tentang hubugan antara sosial-ekonomi dengan penerimaan terhadap pemikiran konspirasional menunjukkan bahwa golongan dengan status sosial-ekonomi redah cenderung lebih menerima pemikiran konspirational (mereka lebih cenderung menjadi anggota konspirasi), dan hal ini dimediasi oleh pencarian akan makna kehidupan. Mungkin bisa dibilang contoh nyata dari hal ini adalah pelaku bom bunuh diri di Indonesia yang sebagian besar berasal dari golongan menengah kebawah.

Hal-hal seperti itu terjadi ketika kita hanya berfokus pada pencarian makna kehidupan. Namun, tren yang berkembang saat ini, khususnya bagi generasi Y (generasi yang lahir tahun 1981-1994) tidak hanya sebatas mencari makna hidup, melainkan lebih kepada membuat makna dalam hidup. Saya rasa dengan membuat makna, bukan hanya mencarinya, kita bisa terhindar dari kecenderungan untuk mendukung pemikiran konpirational.




Pertanyaan besarnya adalah “Bagaimana cara kita membuat makna dalam hidup?”

Menurut Mark Manson (2017) dalam artikelnya di Business Insider, cara untuk menciptakan makna hidup bagi individu adalah dengan menyelesaikan permasalahan. Semakin besar permasalahan, maka semakin besar makna yang akan diperoleh individu dalam menyelesaikannya. Semakin banyak usaha yang diberikan dalam pemecahan suatu permasalahan, maka semakin dalam makna yang akan dirasakan individu. Dalam hal ini, memecahkan suatu permasalahan yang dimaksud oleh Mark Manson adalah menemukan cara agar dunia menjadi tempat yang lebih baik. Bisa dimulai dari menyelesaikan hal yang sederhana, seperti membantu ibu untuk membersihkan rumah ataupun dengan melakukan hal yang sangat kompleks seperti membuktikan kebenaran teori fisika kuantum. Yang terpenting disini adalah tidak pilih-pilih. Mungkin kita pernah merasa bahwa tak ada makna dalam apapun yang kita kerjakan kecuali kita sudah tahu bahwa hal yang kita lakukan dapat menyelamatkan dunia dari kehancuran. Nyatanya pikiran semacam ini hanyalah distraksi, sebenarnya ada ribuan permasalahan kecil di sekitar kita dan semua masalah itu menunggu perhatian kita. Jadi, coba selesaikanlah!

Senada dengan Mark Manson, Brian Whetten (2016) melalui artikelnya di Huffington Post, telah terlebih dulu mengungkapkan bahwa makna kehidupan bisa kita peroleh dengan memberikan nilai tambah dalam kehidupan orang lain. Baik itu menyelesaikan permasalahan kecil ataupun memberikan pertolongan bagi sesama. Yang terpenting adalah kita mampu membuat perbedaan dalam kehidupan orang lain, dan tentunya perbedaan itu harus bersifat positif.

Baik Mark Manson maupun Brian Whetten mengajarkan kita tentang satu hal, yaitu makna hidup bukanlah sesuatu yang harus kita temukan. Melainkan makna hidup memerlukan tindakan, makna ada dalam perbuatan yang kita lakukan. Bahkan dalam berbuatan yang paling sederhana sekali pun seperti memposting cerita inspiratif di social media. Jadi, berhentilah mencari dan mulailah perbuatan baikmu hari ini!

Referensi:
Graeupner, D. & Coman, A. (2016). The dark side of meaning-making: how social exclusion leads to superstitious thinking. Journal of Experimental Social Psychology, xxx–xxx.

Manson, M. (2017). How to create meaning when you feel like your life lacking it. Business Insider, March 13.

Whetten, B. (2016). The meaning of life. Huffington Post, May 31.

Whitson, J. A., & Galinsky, A. D. (2008). Lacking control increases illusory pattern perception. Science, 322, 115–117.

Sumber Gambar:
http://7-themes.com/data_images/out/75/7028475-sometimes-stop-and-look.jpg
Share:

0 komentar:

Posting Komentar