Minggu, 11 Juni 2017

Phineas Gage dan Narkoba: Otak Rusak, Perilaku Berubah


Oleh Duddy Fachrudin

Kasus kerusakan otak fenomenal terjadi pada Phineas Gage. Damasio (1994) memaparkan, Gage adalah seorang insinyur bangunan yang bekerja untuk perusahaan pembuat jalan kereta api Rutland & Burlington Railroad. Pada musim panas 13 September 1848. Gage mengalami kecelakaan parah yang merusak otaknya. Sebatang besi menembus pipi kirinya melintasi otak di belakang mata menyeruak keluar batok kepalanya. Setelah luka kepalanya sembuh, Gage tampak hidup normal, berbicara secara rasional dan kemampuan berpikirnya tampak utuh, namun terjadi perubahan karakter dan perilaku pada diri Gage. Dahulu Gage dikenal sebagai orang yang sabar, energik, dan cerdas. Setelah kecelakaan tersebut, Gage kehilangan beberapa karakter dan perilaku yang esensial. Gage menjadi pribadi yang kasar, agresif, pemberang, dan temperamental. 

Berbagai kajian dilakukan untuk menemukan penyebab perubahan karakter pada Phineas Gage. Dr. Antonio Damasio dan koleganya melakukan brain-scanning dan menyimpulkan bahwa perubahan karakter dan perilaku Gage karena kerusakan pada bagian korteks prefrontal. Berdasarkan kasus Phineas Gage, dapat disimpulkan kerusakan otak mempengaruhi perubahan karakter dan perilaku individu.

Lesi pada otak tidak hanya terjadi karena kecelakaaan benda fisik. Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan pencitraan otak dan neurosains, pengaruh-pengaruh pornografi dan Narkoba dapat mempengaruhi kondisi otak. Berkaitan dengan Narkoba, para peneliti menemukan bahwa penyalahgunaan Narkoba dan zat adiktif lainnya dapat menyebabkan kerusakan parah pada otak. Hasil pemindaian otak penyalahguna Narkoba dan alkohol (zat adikitif lainnya) menampilkan otak yang mengerikan. Otak mereka kurang aktif, lebih kisut, dan kurang sehat. Secara psikologis, sistem kognitif, afektif, dan perilaku yang nampak pada penyalahguna Narkoba adalah mudah lupa, impulsif, sulit fokus, gelisah, agresif, apatis, dan kehilangan minat terhadap masa depan (Amen, 2011).




Setidaknya ada empat bagian otak yang rusak akibat penyalahgunaan Narkoba dan zat aditif lainnya. Bagian-bagian otak tersebut, yaitu korteks prefrontal, lobus temporal, girus singulata dan sistem limbik, serta basal ganglia. Berikut penjelasannya:

Korteks prefrontal merupakan bagian dari otak depan (lobus frontalis). Terjadi penurunan aktivitas korteks prefrontal yang menyebabkan permasalahan psikologis pada penyalahguna Narkoba seperti sulit fokus, sulit mengendalikan impuls, kesulitan dalam melakukan organisasi dan perencanaan, kurang bisa memberikan penilaian dengan baik, serta kurang empati. 

Lobus temporal merupakan salah satu bagian korteks otak yang terletak dekat dengan telinga. Terjadi penurunan aktivitas pada lobus temporal yang menyebabkan seorang penyalahguna Narkoba menjadi berperilaku kasar bahkan dapat berujung pada perilaku kekerasan/ agresif, serta kesulitan dalam belajar. 

Girus singulata terletak antara korteks dengan sistem limbik. Terjadi peningkatan aktivitas pada girus singulata dan sistem limbik (khususnya amigdala) yang menyebabkan penyalahguna Narkoba memiliki pemikiran yang kaku dan sulit memilih alternatif lain. Selain itu emosi menjadi cenderung negatif dan moodiness. 

Basal ganglia terletak di bagian tengah otak. Terjadi peningkatan aktivitas pada basal ganglia yang menyebabkan perilaku menjadi addict—kecanduan, ketagihan, bahkan pada akhirnya ketergantungan (dependen) terhadap Narkoba.

Otak rusak, perilaku pun berubah. 

“Saya pakai Narkoba 14 tahun, apakah otak saya bisa kembali normal Bro?”, tanya seorang residen di Balai Besar Rehabilitasi Badan Narkotika nasional (BNN) kepada penulis di sela-sela program komunitas craving & relapse prevention yang dibawakan penulis dan rekan penulis.

Pertanyaan bagus sekali. Dan pembahasannya ada pada artikel berikutnya di sini

Referensi:
Amen, D. G. (2011). Change your brain change your life. Bandung: Qanita.

Damasio, A. (1994). Descartes error: Emotion, reason, and the human brain. Avon Books:New York.

Sumber gambar:
http://www.drugrehabadvisor.com/drug-addiction/crystal-meth-addiction/brain-damage-permanent-meth-addiction/

Share:

0 komentar:

Posting Komentar