Minggu, 01 Oktober 2017

Mindful Walking: Ketika Jalan Kaki Begitu Menggoda..

Latihan mindful walking @Sharing Session IPK Jabar

Oleh Duddy Fachrudin

Pernahkah terlintas bahwa jalan kaki perlu dilatih? Sebagian orang mungkin berkomentar, “Jalan kaki kok perlu training, dari dulu jalan kaki begitu-begitu saja dan tidak ada yang perlu diubah dari kebiasaan ini.”

Ya, tidak ada salahnya dengan komentar tersebut. Tapi coba sekali-kali nongkrong di mall dan mengamati orang-orang yang sedang berlalu lalang. Lihat cara jalan mereka. Ada yang jalan sambil wajahnya menunduk melihat handphone, lalu ada jalan dengan langkah kaki panjang, kemudian jalan kaki dengan kedua kaki yang dilebarkan (lebih lebar dari pinggul), berjalan kaki dengan kedua kaki dibuka keluar membentuk sudut tertentu atau kaki yang ke dalam sehingga seperti membentuk O. Sebagian orang juga memiliki cara jalan yang dipengaruhi alas kaki, seperti sepatu hak tinggi, sepatu yang solnya sudah aus, alas kaki yang solnya terlalu tipis dan terlalu tebal.

Kesimpulannya.. ternyata cara berjalan kaki orang berbeda-beda dan sebagian besar tidak disadari.

Jalan kaki nyatanya perlu disadari. Bahasa kerennya mindful walking, berjalan dengan penuh kesadaran. Kita benar-benar menyadari dan merasakan diri kita yang sedang berjalan kaki. Dan yang lebih penting mindful walking menyehatkan fisik dan psikis. Mengapa?

Teut, dkk (2013) dari Universitas Berlin meneliti pengaruh mindful walking terhadap stres psikologis. Hasilnya partisipan yang melakukan mindful walking selama 4 minggu menunjukkan stres psikologis yang menurun dibanding kelompok kontrol. Maka pelajaran yang dapat diambil dari penelitian ini, yaitu saat kita stres maka berjalan kakilah secara sadar.

Teknik mindful walking memiliki persamaan dengan bagaimana berlatih tai chi. Keseimbangan tubuh benar-benar diperhatikan. Kedua kaki sejajar dengan tulang pinggul (bukan pinggul). Kedua kaki lurus ke depan (tidak membentuk sudut tertentu), melangkah kaki secara proporsional (tidak terlalu panjang juga tidak terlalu pendek) dan tumit terlebih dahulu menyentuh tanah kemudian dilanjutkan dengan memompa bantalan kaki. Kita benar-benar merasakan adanya tekanan pada kaki lalu menyadarinya. Berjalan secara rileks dan hanya berjalan.

Berjalan kakilah... karena jalan kaki merupakan obat terbaik bagi manusia, begitu kata Hipokrates.

Referensi:
Teut, M., Roesner, E.J., Ortiz, M., Reese, F., Binting, S., Roll, S., Fischer, H.F., Michalsen, A., Willich, S.N., & Brinkhaus, B. (2013). Mindful walking in psychologically distressed individuals: A randomized controlled trial. Evidence-Based Complementary and Alternative Medicine, DOI : 10.1155/2013/489856

Sumber gambar:
Dokumen pribadi

Share:

0 komentar:

Posting Komentar