Senin, 04 Juni 2018

Cara Sederhana Mengatasi Insomnia (Bagian 1)


Oleh Duddy Fachrudin

"When you have insomnia, you're never really asleep, and you're never really awake."
(Fight Club Quotes)

Pagi-pagi sekali rekan kerja saya menghampiri saya dan berkata, "Mas, nanti aku mau curhat ya."

Sekitar satu jam kemudian, ia benar-benar menghampiri meja saya. Wajahnya tampak kuyu dan matanya terlihat lelah. Duduk laki-laki itu dan tanpa basa-basi menceritakan masalahnya, "Saya nggak bisa tidur mas..."

Teman saya yang sehari-harinya menempuh hampir 80 km atau menghabiskan 3 jam perjalanan pulang-pergi rumah-kantor ini mengatakan bahwa ia tidak bisa tidur.

How come?, tanya saya dalam hati. Bukankah dengan bekerja selama 8 jam kemudian dilanjutkan perjalanan pulang 1.5 jam tubuhnya akan terasa lelah dan ketika melihat tempat tidur ia akan membaringkan badannya dan terlelap dengan pulas?

Pertanyaan itu pun terjawab melalui kisah yang dituturkannya kepada saya.

Beberapa faktor menjadi penyebab ia mengalami insomnia. Mulai dari permasalahan keluarga hingga asam lambung yang menyerang lalu menimbulkan perasaan cemas "tidak bisa tidur". Tubuhnya terbaring dan matanya terpejam, namun jiwa dan raganya tetap terjaga.

"Pernah tidur, tapi 1 jam kemudian bangun lagi. Jadi kalaupun berhasil tidur malam hanya 1 atau 2 jam," lanjut rekan saya.

Relaksasi dan hipnosis diri pernah dicobanya untuk mengatasi permasalahannya. Namun keduanya tidak berdampak apapun. Obat tidur pernah digunakan, tapi ketika obat tidurnya habis, ia menjadi stres sendiri. Ia lalu sadar obat tidur tidak akan menyelesaikan masalah dan juga punya efek samping.

Bersambung...

Sumber gambar:
https://www.whateverison.com/researchers-have-found-the-reason-behind-increasing-insomnia/

Share:

0 komentar:

Posting Komentar