Jumat, 28 Juli 2017

Depresi dan 300 Juta Penduduk Dunia (Bagian 1)


Oleh: Kadek Widya Gunawan




Akhir-akhir ini berita tentang bunuh diri dan depresi kembali terangkat ke permukaan. Salah satu yang mungkin membuat saya ‘shock’ adalah berita tentang Chester Bennington yang melakukan bunuh diri. Saya merupakan salah satu penggemar Linkin Park, grup band rock alternative tempat Bennington dan rekan-rekannya berkarya mengekspresikan jiwa mereka.

Wawancara terakhir Bennington dengan The Mirror mengungkapkan tentang bagaimana ia melalui saat-saat sulit dalam kehidupannya, termasuk perasaan yang coba ia lawan seperti, rasa lelah yang membuatnya tidak ingin meninggalkan tempat tidur di pagi hari, karena dunia penuh dengan hal-hal yang negatif –“the world is full of shit” (Hooton, 2017). Kemudian, setelah kepergian Bennington muncul fakta-fakta tentang peperangan batin yang ia lalui mulai dari perceraian orangtuanya di usia 11 tahun, pelecehan seksual ketika kanak-kanak, adiksi terhadap obat-obatan dan alkohol, serta trauma masa kecil.

Semua hal yang berusaha dihadapi oleh Bennington tertuang dalam lirik lagu bandnya hingga pada album terbaru yang berjudul “One More Light”. Pada video clip lagu “Heavy” terdapat adegan dimana Bennington bertarung melawan dirinya yang lain yang merupakan manifestasi dari perasaan trauma dan depresinya. Namun, seperti yang kita tahu, pertempuran panjang yang dilakukan Bennington harus berakhir pada 20 Juli 2017 ini.

Membayangkan betapa beratnya perjuangan yang dilakukan Bennington dan orang lain yang sedang memikul beban dalam kehidupan membuat saya berpikir bahwa depresi bukan hanya tentang perasaan sedih, down, ataupun kecewa. Depresi lebih dari hanya sekedar emosi negatif. Depresi seperti racun yang perlahan-lahan menggerogoti semangat, kebahagiaan, harapan, dan masa depan seseorang hingga akhirnya tanpa disadari racun itu pun merenggut kehidupan dengan seketika dan dengan cara yang amat menyakitkan, baik bagi orang itu sendiri maupun orang terdekatnya.

Lalu, apa sebenarnya yang menyebabkan racun depresi ini? Ada yang mengatakan bahwa depresi disebabkan oleh trauma masa lalu, perasaan kehilangan yang termat sangat, duka yang mendalam, konflik batin, serta adiksi narkotika maupun alkohol. Namun, para ahli juga menyatakan bahwa depresi sebagai masalah kesehatan mental melibatkan kondisi medis seperti rendahnya kadar hormon serotonin dalam otak bahkan sampai adanya predisposisi genetik yang termanifestasikan menjadi gejala mental negatif seperti perasaan sedih ataupun ketidakberdayaan pada individu (Carne, 2016; National Institute of Mental Health, 2016).

Depresi sebagai suatu problem kesehatan memiliki gejala yang sangat bervariasi pada setiap individu dan jumlah individu yang mengalami depresi menurut data WHO (World Health Organization) pada Februari 2017 adalah sekitar 300 juta jiwa. Bisa kita bayangkan, betapa kompleksnya sebuah gangguan kesehatan yang menyerang 300 juta populasi dunia dan memiliki gejala yang berbeda antara individu satu dengan yang lainnya.

Namun, dari beberapa kasus depresi yang berhasil terpetakan di masa lalu, para ahli pun menemukan beberapa gejala umum serta karakteristik dari gangguan ini. Adapun beberapa gejala umum dari gangguan depresi adalah sebagai berikut:
  1. Perasaan sedih atau gelisah yang intens. 
  2. Perasaan tidak berdaya dan pesimis dalam menghadapi situasi dalam hidup. 
  3. Merasa kurang begitu tertarik dalam kegiatan harian. 
  4. Perasaan tidak berharga dan muncul rasa bersalah yang kuat. 
  5. Merasa sangat kelelahan atau energi yang begitu sedikit dalam melakukan aktivitas sehari-hari. 
  6. Peningkatan ataupun penurunan nafsu makan, atau bisa juga termanifestasikan dalam penurunan ataupun peningkatan berat badan. 
  7. Kesulitan dalam berkonsentrasi, berpikir, ataupun membuat suatu keputusan. 
  8. Kesulitan untuk tidur di malam hari ataupun tidur berlebihan pada siang hari. 
  9. Perasaan sensitif atau moody
  10. Muncul keluhan fisik seperti sakit kepala, kram, ataupun gangguan pencernaan tanpa adanya penyebab fisik yang jelas dan/atau keluhan fisik tersebut tidak mereda setelah memperoleh pengobatan. 
  11. Muncul pikiran untuk bunuh diri. 

Individu dikatakan mengalami depresi jika memiliki 5 (lima) atau lebih gejala tersebut dan berlangsung minimal selama 2 (dua) minggu (Carne, 2016; National Institute of Mental Health, 2016).

Referensi:
Carne, K. (2017). Seven secrets of mindfulness: How to keep your everyday practice alive. London: Rider.

National Institute of Mental Health. (2016). Depression Basics. Bethesda: U.S. Department of Health and Human Services NIH Publication.

Hooton, C. (2017). Chester Bennington discusses his depression in 'final' interview: 'I can either just give up and f*cking die or I can fight'. http://www.independent.co.uk. 28 Juli 2017.

World Health Organization. (2017). Depression. http://www.who.int. 28 Juli 2017.

Sumber Gambar:
https://welldoing.org/article/depressing-instead-depression.
Share:

0 komentar:

Posting Komentar