Minggu, 05 Agustus 2018

Menjalani Kehamilan dengan Mindful (Sebuah Pengalaman)


Oleh Delima Amiyati

Beberapa hari belakangan ini jadwalku memang padat. Revisi tesis dan laporan HIMPSI menjadi "makanan" sehari-hariku.

Selain tanggungjawabku sebagai mahasiswa, aku pun perlu memberikan perhatian pada kehamilanku yang sudah menginjak lebih dari 5 bulan.

Sungguh terasa berat jika dipikirkan menjalani dua peran sekaligus tanpa ada yang membantu. Aku tinggal di Bandung sendiri, jauh dari keluarga dan suamiku bekerja di Jakarta.

Namun, daripada berkeluh kesah, lebih baik menjalaninya dengan suka cita.

Dan untuk itu, aku belajar untuk hidup mindful

Efeknya sungguh menyenangkan. Saat mengerjakan revisi tesis misalnya, entah mengapa beragam ide tulisan tumpah ruah dan mengalir begitu saja. Biasanya aku lama dalam mengerjakan revisi, kini sejak mempraktikkan mindfulness, mengerjakannya lebih lancar dan juga cepat.

Saat asik-asiknya mengetik, janin dalam perutku bergerak-gerak. Biasanya aku langsung berhenti menulis, menutup laptop, dan kemudian merebahkan diri.

Namun kini...

Aku mengamatinya sejenak, menyadarinya, merasakannya, dan menerima sensasi tersebut lalu tetap melanjutkan mengetik revisi. 

Meskipun dalam kondisi hamil, aku menjadi lebih produktif, energi lebih berlimpah, dan dapat menikmati setiap momen saat mengerjakan tesis.

Lewat hidup yang berkesadaran (living mindfully) ini, aku sebagai Bumil bisa lebih menerima dan mengelola kekhawatiran yang muncul, lebih berpikir positif, dan bersyukur dengan kondisi yang saat ini aku alami serta jalani.

Maka, "la-in syakartum la-adziidannakum wala-in kafartum inna 'adzaabii lasyadiid." (QS. Ibrahim: 7)

Setiap momen merupakan suatu berharga dan patut untuk dinikmati dan disyukuri. Ketika living mindfully, kita akan melihat banyak keajaiban terjadi di dalam kehidupan kita.

Sumber gambar:
http://www.bamboofamilymag.com/summer-2012/mindful-pregnancy-traditional-chinese-medicine-an-approach-t.html
Share:

0 komentar:

Posting Komentar