Rabu, 12 September 2018

Belajar Cinta dari Garam


Oleh Tauhid Nur Azhar

Ada garam ada lautan.

Kala berbicara lautan, kita tidak bisa melupakan garam. Betapa tidak, garam adalah salah satu produk terpenting lautan, selain produk hewani. Hadirnya garam telah menjadikan dunia kita memiliki cita rasa.

Berbicara masalah garam, khususnya natrium klorida alias garam dapur yang hampir setiap hari kita konsumsi, ada pelajaran luar biasa yang bisa kita dapatkan. 

Garam, sebagaimana nama ilmiahnya, merupakan persatuan antara unsur natrium dan klorida. Apabila kita perhatikan, kedua unsur ini jarang berdiri sendiri. Mereka bisa bersatu karena “dicomblangi” oleh air sebagai mediator. 

Ketika masih sendiri, klorida termasuk unsur berbahaya bagi tubuh, biasanya berbentuk asam (HCL). Demikian pula natrium karbonat, walau tidak seberbahaya HCL.

Namun, ketika natrium dan klorida dipertemukan dengan mediasi air, masing-masing melepaskan ikatan dengan pasangannya terdahulu, kemudian mereka saling berikatan membentuk kristal. 

Jika sebuah ikatan kimia sampai membentuk kristal, maka tingkat kecocokannya pasti sangat tinggi, dari fase liquid sampai menjadi solid, terkristalisasi. Ikatan keduanya termasuk ikatan yang sempurna. 

Dengan karakter ini, ada sisi-sisi secara molekuler baik dari sebelah natrium maupun sebelah klorida yang awalnya memiliki efek membahayakan atau membentuk asam, menjadi hilang. Sebab, sisi-sisi “negatifnya” saling menutup dan yang terlihat adalah sisi-sisi indahnya; sisi positifnya.

Jadi, konsep sebuah pasangan, khususnya dalam pernikahan, harus meniru garam. Sisi-sisi buruk yang tidak menyenangkan bisa menjadi simpul dari sebuah ikatan yang mempersatukan, untuk kemudian menghasilkan sebuah molekul yang indah serta memancarkan kebaikan. 

Kelemahan yang ada bukan untuk disesali atau dicemooh, akan tetapi dimanfaatkan untuk berikatan. Inilah gambaran sederhana dari upaya saling mengoptimalkan potensi dan saling mengurangi kekurangan.

Sesungguhnya, natrium yang ada di darah kita harus bertemu dengan pasangannya agar tidak menimbulkan penyakit. Salah satu penyebab terjadinya darah tinggi dan stroke adalah ketika natrium tidak lagi berpasangan dengan klorida.

Sumber gambar:
https://www.seruni.id/garam-dapur-bermanfaat-untuk-kecantikan/
Share:

0 komentar:

Posting Komentar