Kamis, 01 Februari 2018

Mindful Learning untuk Mahasiswa Kedokteran (Bagian 1)

Mahasiswa Kedokteran

Oleh Duddy Fachrudin

Menjelang ujian blok, ujian PBL (Problem Based Learning) atau OSOCA, dan ujian keterampilan klinis atau OSCE agenda konseling saya lebih intens dari biasanya. Para mahasiswa kedokteran di tempat saya bekerja banyak yang bertanya bagaimana cara agar mereka bisa memperoleh nilai yang mereka harapkan. Ya, semua orang tahu bahwa kuliah di kedokteran tidak mudah dan perlu usaha yang lebih besar untuk sukses dibanding kuliah di jurusan lain.

Nilai merupakan hasil akhir dari sebuah proses belajar. Maka apapun nilai yang diperoleh itu berarti representasi dari bagaimana kita belajar. Berdasarkan pengamatan saya, sebagian besar mahasiswa yang failed dalam ujian atau memperoleh nilai yang kecil karena permasalahan-permasalahan psikologis. Problems tersebut berupa kurangnya fokus, takut dan khawatir mendapatkan nilai yang jelek, tidak percaya diri menghadapi ujian, hingga konflik dengan orang tua karena mahasiswa yang bersangkutan sebenarnya tidak memiliki minat untuk menjadi dokter.

So, belajar pun menjadi begitu menyeramkan. Ujian bagi mereka adalah suatu hal yang membuat stres dan melelahkan. Dan pada akhirnya, tidak ada kenikmatan dan kesenangan selama menempuh pendidikan.

Padahal kunci dari kebahagiaan berilmu adalah kita menyenangi ilmu tersebut. Terlepas dari berbagai metode atau teknik belajar, jika kita menyukai ilmu maka, jalan untuk menempuh ilmu tersebut dibukakan dengan mudah oleh-Nya.

Maka, pendekatan mindful learning berupaya agar kita menyukai proses pembelajaran yang dilalui oleh setiap siswa dan mahasiswa atau siapapun yang memang menyenangi ilmu. Mindful learning membuat siswa atau mahasiswa lebih fokus dan resisten terhadap stres. Beberapa sekolah kedokteran, seperti Monash University, University of Rochester, dan McGill University telah mengintegrasikan konsep mindfulness ke dalam kurikulum inti pendidikan dokter. Selain agar mahasiswa bisa mindful dan enjoy dalam menempuh pendidikan, sekolah-sekolah kedokteran tersebut menyiapkan dokter generasi baru yang sesuai visi dan misi universitas yaitu transform western medicine by synergizing the power of modern biomedicine with the potential for healing of every person who seeks the help of a healthcare practitioner (Dobkin & Hassed, 2016).

Lalu bagaimana cara-cara mindful learning?

Berikut terdapat 5 cara sederhana yang dapat dilakukan dalam mindful learning agar kita ketagihan belajar, fokus, tanpa stres, dan tentu saja mendapatkan nilai yang diharapkan.

Pertama niat.
Niat merupakan komponen penting dalam mindfulness. Sebelum melakukan aktivitas belajar kita meniatkan diri untuk belajar sehingga dapat mereduksi kemungkinan-kemungkinan yang dapat mengganggu selama proses belajar.

Bersambung di bagian 2

Referensi:
Dobkin, P. L., & Hassed, C. S. (2016). Mindful medical practitioners: A Guide for clinicians and Educators. Springer International Publishing Switzerland.

Sumber gambar:
https://thedoctorweighsin.com/the-privilege-of-being-a-third-year-medical-student/

Share:

0 komentar:

Posting Komentar