Senin, 09 April 2018

Tidak Ada yang Kebetulan... (Sebuah Keajaiban)



Oleh Derie Imani

Saya masih ingat betul...
Ingat dengan jelas kejadian saat itu...
Sekejap bulu kuduk saya merinding...
Momen yang akhirnya membuat saya tertegun dan tidak bisa mengucapkan sepatah kata pun, hanya terus menyimak sebuah video berdurasi lebih dari setengah jam tersebut di handycam pribadi yang baru saya temukan kembali setelah sekian lama.

Seakan tak percaya itu saya lima tahun lalu...
Berbicara dengan seseorang...
Pembicaraan serius menyangkut masa depan...
Yah itu saya... Dan saya masih terpaku melihatnya...

Saya masih terus memperhatikan video itu. Saya seakan kembali terbawa dalam ruang dan waktu yang sama. Saya di lima tahun yang lalu, yang baru menyelesaikan kuliah, yang terbebas dari beban rutin dan tugas kuliah, terlepas dari tanggung jawab “minta” uang kepada orang tua, dan berusaha untuk hidup mandiri. Ternyata tidak mudah!

Kejadian sore itu kembali mengingatkan saya dengan awal saya bertemu dengan orang-orang hebat jauh sebelum video tersebut direkam dan akhirnya menjadi sebuah kenyataan. Kebetulankah? Atau memang sudah alur dan skenario Sang Maha Pencipta membuatnya seperti itu?

Pada tahun 2010 saya bertemu dengan suami dari dosen saya di STMB Telkom (Sekolah Tinggi Manajemen Bisnis Telkom) Bandung. Berawal sebagai mentor di bisnis yang saya kerjakan bersama teman saya, hingga akhirnya kami bersama tim sering melakukan sharing dan diskusi untuk perkembangan bisnis tersebut dengan beliau. Sosok tersebut adalah Dr. Tauhid Nur Azhar, seorang Akedemisi, Pembicara, Ustad, Dosen, dan Koki. Jujur saja hingga saat ini saya masih bingung dengan profesinya. Orang ini seakan menguasai bidang ilmu yang mempuni di segala lini. Sekilas ia bisa menceritakan idenya di dunia teknologi dihubungkan dengan kajian kesehatan, dijembatani dengan nilai seni yang tinggi namun bisa dibalut dengan kebesaran Sang Pencipta. Jika anda baru mengenalnya anda pasti akan terkesima dan mungkin merasa kurang banyak belajar. Atau beliau yang sebenarnya sudah menjadi ensiklopedia berjalan? Di saat itulah saya sering berkunjung dan bersilahturahmi ke rumahnya di kawasan Gegerkalong Bandung.

Hingga pada suatu hari Pak Tauhid menerima tamu sosok pemuda yang secara tampilannya memang tidak terlihat seperti anak muda pada umumnya, yang terlihat lebih modis menggunakan jeans atau kaos bergambar band kesayanganya. Sosok pemuda ini sederhana, menggunakan kacamata, rambut terpotong rapih, menggunakan celana bahan dan kemeja dilapisi jaket dari bahan kain yang menyerupai seperti jas. Tubuhnya tidak terlalu tinggi, suaranya pelan dan tenang, sesekali ia melontarkan senyum dengan lawan bicaranya.

Bersambung... Next >>>

Sumber gambar:
http://spiritualproductreviews.com/manifestation-miracle-review-and-bonus/
Share:

0 komentar:

Posting Komentar