Kamis, 30 Agustus 2018

Rahasia Sabar


Oleh Tauhid Nur Azhar

Seorang pemuda mendatangi tukang tato. “Tolong buatkan tato terhebat untukku,” pintanya.

“Baik Tuan, tapi gambar apa yang harus kubuat?” tanya pembuat tato.

“Seekor singa yang gagah. Engkau lihat, perawakan badanku gagah serupa singa, maka buatlah gambar singa yang melambangkan keperkasaanku. Kerahkan segenap kemampuanmu. Totolkan warna biru dan merah sebanyak-banyaknya,” ungkapnya penuh semangat.

“Di mana saya harus membuatnya Tuan?”

“Tato yang indah itu pantasnya engkau buat di punggung.”

Sewaktu tukang tato hendak memasukkan tinta melalui jarum ke kulit pemuda itu, terasa olehnya rasa sakit menjalar di punggungnya. Pemuda gagah itu berteriak, “Aduh, gila. Kamu hendak membunuhku ya? Gambar apa yang sedang kau buat?”

“Katanya Tuan meminta gambar singa!”

“Bagian mana yang mulai kau buat?”

“Saya mulai dari bagian ekor,” kata tukang tato itu sedikit takut.

“Tidak usah memakai ekor. Nafasku tersengal-sengal gara-gara ekor singa sialan itu. Biarlah gambar singa itu tanpa ekor!”

Tukang tato itu pun membuat bagian lain dengan hati-hati, tanpa menggunakan pisau. Dia kembali menusukkan jarum. Seketika itu si pemuda menjerit kesakitan.

“Bagian mana yang kau buat?” tanyanya sambil meringis.

“Ini telinga, wahai Tuan yang baik hati,” hibur tukang tato.

“Tak perlu pakai telinga. Potong saja telinganya.”

Tukang tato itu kembali bekerja. Dia menusukkan jarum ke bagian lain. Pemuda itu pun menjerit kesakitan. “Bagian mana lagi yang sedang kau buat?” rintihnya dengan wajah memerah.

“Oh ini perutnya Tuan yang gagah,” ujar tukang tato mulai kesal.

“Singaku tidak memerlukan perut. Bagian itu tentu menghabiskan banyak tinta!”

Tukang tato mulai kebingungan. Rasa jengkel dan kecewa berbaur menjadi satu. Dia terdiam dan tak tahu harus berbuat apa.

“Belum pernah ada orang berlaku seperti Anda? Mana ada seekor singa yang tak memiliki ekor, telinga dan perut? Tuhan tidak pernah menciptakan singa seperti itu."

Begitulah kawan ... Hal besar berawal dari hal kecil. Kesuksesan hidup diawali oleh aneka ujian dan tantangan.

Untuk mentato gambar singa di badan pun, seseorang harus rela ditusuki jarum, mulai dari gambar ekor, telinga, kaki, dan lainnya.

Tanpa kesabaran menahan sakit, mustahil akan terbentuk gambar singa yang gagah. Hikayat yang diungkapkan Jalaluddin Rumi dalam Matsnawi ini, mengandung hikmah bahwa sabar adalah kunci meraih kesuksesan hidup. 

Sabar bisa bermakna positif menyikapi derita, menahan diri dari syahwat nan gawat, serta memfokuskan diri berbuat taat.

Maka be mindful, be patient.

Sumber gambar:
https://www.pinterest.com/pin/384354149432001173/

Share:

0 komentar:

Posting Komentar