Kamis, 11 April 2019

Mindful Learning: Mengelola Stres dan Menciptakan Pembelajaran yang Menyenangkan (Bagian 2, Habis)


Oleh Duddy Fachrudin

Tomoe Gakuen ibarat pelipur lara seorang Totto-Chan yang mendamba pembelajaran yang menyenangkan.

Pendidikan berbasis cinta mengeliminir segala rasa negatif yang mungkin muncul dan berpotensi mereduksi kehausan akan ilmu pengetahuan.

Terbukti, buku yang ia tulis: Totto-Chan, The Little Girl at The Window adalah sekumpulan memori yang jujur tentang pengalaman bahagianya selama dididik Sosaku Kobayashi.

Maka, seorang Guru adalah orangtua, dan orangtua adalah Guru bagi anak-anaknya. Perilaku yang dihadirkan anak dalam keseharian mencerminkan didikan keduanya.

Guru menandai kebangkitan Jepang setelah negara tersebut hancur lebur di Perang Dunia II. Guru juga berperan dalam pertumbuhan dan perkembangan psikologis negara paling bahagia bernama Finlandia.

Negara ini (Indonesia) membutuhkan guru, yang bukan sekedar mentransfer pengetahuan dan keterampilan, melainkan menanamkan nilai-nilai kehidupan.

Guru yang juga mengajarkan anak didiknya mengenal pikiran serta perasaannya.

Guru yang mengajarkan kebahagiaan. Dan Guru yang membebaskan penderitaan murid-muridnya.

Tak ada lagi derita, stres, atau intimidasi yang mengganggu (bullying) secara verbal maupun fisik.

Yang ada hanyalah sebuah perjalanan dalam mencari ilmu dengan penuh bahagia dan penuh cinta.

<<< Halaman Sebelumnya

Sumber gambar:
https://www.youtube.com/watch?v=8MzuL6swFIg


Share:

0 komentar:

Posting Komentar